Buka jam 08.00 s/d jam 16.00 , Minggu libur
Beranda » Buku Islam » Panduan Qurban

Panduan Qurban

Ditambahkan pada: 29 September 2015 / Kategori:
OFF 25%
Panduan Qurban
Kode : 1416
Stok : Ready Stock
Dilihat : 385 kali
Review : Belum ada review
Rp 18.750 Sebelum Rp 25.000
(OFF 25%) Hemat Rp 6.250
Pesan!

Bagikan informasi tentang Panduan Qurban kepada teman atau kerabat Anda.

Deskripsi Panduan Qurban

Penerbit: Pustaka Muslim Yogyakarta
Judul Buku: Panduan Qurban
Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal
Ukuran: 14,5 cm x 21 cm
Jumlah halaman: 116

Bagaimanakah hukum kurban? Apakah wajib ataukah sunnah? Jumhur atau mayoritas ulama menganggap kurban itu sunnah muakkad. Namun jangan sampai yang mampu atau punya kelapangan rezeki meninggalkannya.

Di antara dalil lain dari mayoritas ulama adalah sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

إِذَا رَأَيْتُمْ هِلاَلَ ذِى الْحِجَّةِ وَأَرَادَ أَحَدُكُمْ أَنْ يُضَحِّىَ فَلْيُمْسِكْ عَنْ شَعْرِهِ وَأَظْفَارِهِ

“Jika masuk bulan Dzulhijah dan salah seorang dari kalian ingin menyembelih qurban, maka hendaklah ia tidak memotong sedikitpun dari rambut dan kukunya.” (HR. Muslim no. 1977, dari Ummu Salamah). Yang dimaksud di sini adalah dilarang memotong rambut dan kuku shohibul qurban itu sendiri.

Sebagaimana dinukil dari Imam Nawawi, Imam Syafi’i berkata, “Dalil di atas menunjukkan bahwa hukum kurban itu tidak wajib. Karena dalam hadits digunakan kata “aroda” (siapa yang mau). Seandainya menyembelih qurban itu wajib, maka cukuplah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan, “Maka hendaklah ia tidak memotong sedikitpun dari rambut dan kukunya hingga berkurban.” (Al Majmu’, 8: 217).

Ibnu Hajar dalam Fathul Bari menukil perkataan Ibnu Hazm bahwa tidak ada seorang sahabat pun yang menyatakan bahwa kurban itu wajib. Yang ada, mayoritas ulama menganggap bahwa hukum kurban itu sunnah. Namun kurban tetaplah disyari’atkan. Dinukil dari Adhwaul Bayan, 5: 617.

Dalam Al Majmu’ (8: 216), Imam Nawawi rahimahullah berkata, “Menurut madzhab Syafi’i dan madzhab mayoritas ulama, hukum kurban adalah sunnah muakkad bagi yang mudah (punya kelapangan rezeki) untuk melakukannya dan itu tidak wajib. Demikianlah pendapat kebanyakan ulama. Yang berpendapat demikian adalah Abu Bakr Ash Shiddiq, ‘Umar bin Al Khottob, Bilal, Abu Mas’ud Al Badri, Sa’id bin Al Musayyin, ‘Atho’, ‘Alqomah, Al Aswad, Malik, Ahmad, Abu Yusuf, Ishaq, Abu Tsaur, Al Muzani, Daud dan Ibnul Mundzir.”

Di akhir bahasan tentang hukum kurban, Imam Nawawi rahimahullah mengatakan, “Seandainya hukum kurban itu wajib, tentu tidaklah gugur karena luput, artinya mesti diganti sebagaimana keadaannya untuk shalat jum’at dan kewajiban lainnya. Namun ulama Hanafiyah berpendapat bahwa jika kurban itu luput, maka tidak wajib qodho’. Adapun jawaban untuk dalil-dalil yang mengatakan wajib, maka bisa jadi dalil tersebut dho’if sehingga tidak bisa dijadikkan argumen (pendukung). Seandainya shahih, maka hadits tersebut dibawa ke hukum sunnah karena kompromi berbagai dalil. Wallahu a’lam.” (Al Majmu’, 8: 217).

Jumhur atau mayoritas ulama yaitu ulama Syafi’iyah, Hambali, dan Malikiyah berpendapat bahwa hukum kurban itu sunnah muakkad. Namun bagi yang mampu dilarang meninggalkannya.

Buku ini membahas
1- Keutamaan qurban
2- Hikmah qurban
3- Ketentuan qurban
4- Adab penyembelihan
5- Pemanfaatan qurban
6- Penyaluran qurban
7- Masalah terkini seputar qurban
8- Menggabungkan qurban dan aqiqah

cover kurban 600x600 Panduan Qurban

 

Belum ada review untuk Panduan Qurban

Silahkan tulis review Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

12345

Produk Terkait Panduan Qurban

OFF 25%
Rp 20.625 Rp 27.500
Ready Stock
Kode: 0064
OFF 25%
Rp 41.250 Rp 55.000
Ready Stock
Kode: 1191
OFF 25%
Rp 37.500 Rp 50.000
Ready Stock
Kode: 1350

Mungkin Anda tertarik dengan produk terbaru kami.

Rp 120.000
Ready Stock
Kode: GP 006
Rp 120.000
Ready Stock
Kode: GP 005
Rp 120.000
Ready Stock
Kode: GP 004
Temukan Kami
Sidebar Kiri
Kontak
Cart
Sidebar Kanan