Beranda » Fiqih » ENSIKLOPEDI KESALAHAN DALAM SHALAT

ENSIKLOPEDI KESALAHAN DALAM SHALAT

DISKON 25% Kode: 1473 Stok: Tersedia
Berat 250 gram
Kondisi Baru
Kategori Fiqih
Dilihat 464 kali
Diskusi Belum ada komentar
Bagikan
Tentukan pilihan yang tersedia!

ENSIKLOPEDI KESALAHAN DALAM SHALAT

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja Anda
Lanjut Belanja
Checkout
Rp 67.500 Rp 90.000
Hemat Rp 22.500
Pemesanan yang lebih cepat! Quick Order
ENSIKLOPEDI KESALAHAN DALAM SHALAT
Rp 67.500 Rp 90.000
Tersedia / 1473
Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah:

Detail Produk ENSIKLOPEDI KESALAHAN DALAM SHALAT

Judul Buku: ENSIKLOPEDI KESALAHAN DALAM SHALAT
Penulis: ‘Imad Zaki Al-Barudy
Penerbit: An Naba
Tebal: 250 halaman

Buku ini memaparkan bidah (cara baru dalam agama) dan kesalahan yang banyak dilakukan kaum muslimin berkaitan dengan shalat. Dalam buku ini juga terdapat pembahasan lengkap shalat dari bersuci hingga doa setelah salam.

Salah satu isi dari buku ini:

Bid’ah Dan Kesalahan Kaum Muslimin Dalam Shalat (Saat Tasyahhud Dan Salam)

1. Tidak duduk Tawarru’ saat Tasyahhud Kedua

Petunjuk Nabi Shallallahu Alaihi wa Salam saat duduk pada tasyahhud akhir adalah duduk tawarru’ . Caranya adalah memajukan kaki kirinya, menegakkan kaki kanan, dan menempelkan pantatnya pada tanah. Mungkn ‘illahnya, sebagaimana dikatakan sebagian ulama, bahwa duduk tawarru’ ini menjadi pembeda antara duduk dalam tasyahhud awal yang disunnahkan agar diringankan karena akan berdiri lagi dengan duduk dalam tasyahhud kedua di mana orang yang duduk bersikap thuma’ninah di dalamnya. Demikian pula duduk ini untuk memedakan duduk di antara dua tasyahhud, juga mengingatkan orang yang shalat akan keadaannya di dua tasyahhud itu.

2. Menjauhkan Tangan Kanan dari paha

Padahal petunjuk Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam adalah meletakkan tangan kanannya pada paha kanannya, menggenggam ketiga jari-jarinya, dan menegakkan jari telunjuk. Dalam suatu riwayat, “Beliau menggenggam ketiga jarinya, dan meletakkan tangan kirinyapada paha kirinya.” Dalam suatu riwayat, “Membentuk bilangan 53.”

Semua riwayat ini satu, siapa berpendapat menggenggam ketiga jarinya, maka maksudnya bahwa jari tengah tergenggamdan tidak terbentang seperti jari telunjuk. Barangsiapa yang berpendapat menggenggam dua jari, maka maksudnya bahwa jari tengah tidak digenggam bersama jari manis, bahkan jari kelingking dan jari manis sama-sama digenggam tanpa jari tengah. Hal itu ditegaskan oleh orang yang menyatakan “Dan menyimpulkan angka lima puluh tiga.” Karena jari tengah ini tergenggam, dan tidak tergenggam bersama jari manis.

buku ensiklopedi kesalahan dalam shalat ENSIKLOPEDI KESALAHAN DALAM SHALAT

Tags: , , ,

Ditambahkan pada: 8 Oktober 2015
Produk Terkait
Diskusi Produk (0)

Silahkan tulis komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan kami publikasikan. Kolom bertanda bintang (*) wajib diisi.

*

*

Chat via Whatsapp
CS 2 Okemuslim
⚫ Online
Halo, perkenalkan saya CS 2 Okemuslim
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja